Archive Page 2
Hot Chocolate
Kira-kira setahunan yang lalu, di jam-jam senggang Kerja Praktek (KP) saya iseng-iseng mengunjungi waserda yang ada di lantai dasar (kantor saya di lantai 4). Mata saya tertarik ke suatu produk Cadbury yang belum pernah saya temui sebelumnya:
Seperti tertulis di kemasannya, “Hot Chocolate Instant”, ini minuman cokelat instan
. Saya coba beli dan mencicipi. Enak. Besoknya saya beli lagi. Besoknya juga, malah saya beli banyak untuk dibawa pulang. Begitu selesai masa KP, saya pikir produk ini akan mudah dijumpai di toserba-toserba lain. Ternyata tidak. Di Bandung inipun saya tidak bisa menemukannya. Saya sudah mencari di Super Indo, Hypermart, Yogya, Borma, Indomaret. Tidak ada sama sekali. Ada yang punya rekomendasi tempat lain?
Filed under: G.J., Keseharian | 13 Comments
English Premier League 2007/2008
Bagi Anda penggemar English Premier League (EPL) seperti saya, bersiaplah kecewa malam minggu besok. Karena saat Anda memutar Trans7 di televisi dengan harapan menikmati pertandingan “segar” di awal musim, Anda tidak lagi mendapati lapangan hijau mulus, tidak lagi mendengar suara teriakan termasuk tepuk tangan khas penonton sepakbola di Inggris. Lalu mungkin Anda mulai berpikir apakah Anda salah melihat jadwal, atau Anda sudah lupa hari apa saat itu? Ternyata tidak kedua-duanya. Ya, Trans7 sudah tidak meneruskan siaran EPLnya lagi dan beralih menyiarkan Serie-A Liga Italia. Lalu siapa yang kini menyiarkan EPL? Jawaban yang sudah pasti adalah Astro. Tapi, tentu saja ini berarti EPL menjadi tidak enak (nggak gratisss!). Karena Astro adalah jasa televisi berlangganan. Bahkan, rumor yang beredar menyebutkan kemungkinan memang hanya Astro saja (yang berhak menyiarkan), dan tidak untuk televisi berlangganan lainnya seperti Indovision, Kabelvision, dan “vision-vision” lainnya. Padahal saya sudah merencanakan untuk menumpang nonton di tempat teman yang berlangganan salah satu “vision” tersebut.
Nah, kalau begini barulah terasa nikmatnya di negeri kita Indonesia, yang masih bisa menonton siaran-siaran mahal dengan gratis. Siaran langsung sepakbola seperti Liga Eropa (Liga Inggris, Liga Italia, Liga Jerman, Liga Champions), kompetisi antar negara (Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Amerika) adalah contoh tontonan mahal yang di beberapa negara harus dikompensasi dengan sejumlah uang. Sementara kita di sini bisa menikmatinya dengan santai hampir di seluruh pelosok negeri yang luas ini. Pokoknya, thanks to perusahaan rokok deh, yang selalu menjadi sponsor utama siaran-siaran tersebut. Namun ternyata kemampuan tersebut pun ada batasnya. Tahun ini sepertinya EPL telah menjadi begitu mahal sehingga tidak ada lagi yang berminat menanggung biaya hak siarnya.
Memang, EPL (katanya) adalah liga termahal di dunia. Hak siar senilai 625 juta poundsterling (Rp 10,8 triliun) untuk tiga musim (2007/2008-2009/2010) -berarti sekitar Rp 3,6 triliun tiap musimnya, harus ditebus untuk menikmati EPL. Kalau dihitung lagi kasarnya, sepekan siaran EPL bakal menyedot uang sponsor sebanyak Rp 75 miliar. Bagi lagi dengan 7 hari: sponsor harus bayar sekitar Rp 10 miliar sehari! Melihat angka yang menakjubkan ini, pemikiran orang awam seperti saya sih sederhana: berarti sponsor harus mencari pendapatan lebih dari 10 miliar sehari untuk menutupinya. Hmmm…
Bagi saya sendiri, EPL sudah menjadi “pacar” yang wajib saya “apeli” di malam Minggu. Kalau ternyata sekarang sudah tidak bisa lagi, ya berarti mungkin ini saatnya untuk saya mencari “pacar” baru (yang “beneran”?
). Atau saya bisa berusaha untuk tetap setia dengan mengunjungi acara-acara nonton bareng gratis di kafe-kafe, atau mencari teman yang berlangganan Astro, atau marilah beramai-ramai meningkatkan pembelian rokok biar tahun depan EPL kembali ada
.
Sumber: detikBola Liga Inggris, Kompas Cyber Media
Filed under: Perihal | 18 Comments
6 Keanehan…
Sebelumnya saya minta maaf kepada Brahmasta yang telah me-tag saya untuk menulis 6 keanehan, tapi sayang sekali saya tidak bisa mewujudkannya, dan oleh karena itu sayapun tidak meneruskan perilaku ini ke 6 orang lainnya. Namun demikian, hal ini berarti secara tidak langsung saya sudah menunjukkan salah satu dari keanehan yang saya miliki (dengan tidak mengikuti permainan 6 keanehan ini).
Terima kasih dan mohon maaf.
Filed under: Saya | 7 Comments
You Were There
Lagu ini pertama kali saya dengar di radio Sonora waktu jaman SMA. Tapi dari dulu saya nggak pernah berhasil dapat judulnya ataupun penyanyinya siapa. Kalau tiba-tiba mendengar lagi di radio, biasanya sudah di tengah lagu, dan setelah lagunya habis, si penyiar nggak bilang, “Ya, itu tadi sebuah lagu berjudul XXX dari YYY”. Nah, beberapa hari yang lalu saya mendengar lagi lagu ini diputar di RaseFM dan kali ini saya dapat judulnya. Ternyata liriknya bagus juga
You Were There – Southern Sons
I guess you’ve heard
I guess you know
In time I’d have told you
But I guess I’m too slow
It’s not overly romantic
But I know that is real
I hope you don’t mind if I say what I feel
It’s like I’m in somebody else’s dream
This could not be happening to me
But you were there
You were everything I’d never seen
You woke me up from this long and endless sleep
I was alone
I open my eyes and you were there
Don’t be alarmed
No, don’t be concerned
I don’t want to change things
Leave them just as they were
I mean nothing’s really different
It’s me who feel strange
I’m always lost for words when someone mentioned you name
I know that I’ll get over this for sure
I’m not the type of dream there could be more
Can I take your smile home with me
All the magic in you hands
The rain has stopped
The storm has passed
Look at all the colors
Now the sun is here at last
I supposed that you’ll be leaving
But I want you to know
Part of you stays with even after you go
Like an actor playing someone else’s scene
This could not be happening to me
Filed under: Musik | 1 Comment
Doa
Saya berdoa kepada Tuhan
Atas jiwa saya yang resah mencari sesuatu
Saya ingin bersandar
Tetapi dinding itu masih saja rapuh
Maka saya meminta sandaran kepadaNya
Tapi Tuhan malah menghancurkan dinding itu
Meski demikian saya terus berdoa
Dan Tuhan memberikan penjelasan melalui hambaNya
Dalam bahasa yang saya mengerti
Maka saya bersyukur
Sungguh bersyukur Ia tunjukkan jalanNya
Dari hari ke hari semakin giat saya berdoa
Lalu Ia menunjukkan cahaya
Cahaya yang tiba-tiba menerangi kekelaman
Saya ingin meraihnya
Maka saya terus berdoa…
Filed under: Puisi | Leave a Comment

