Hujan Selamanya

Sudah 11 hari sekarang. Dan 10 menit lagi genap jadi 12 hari. Aku berdiri di bawah hujan ini yang tidak juga berhenti sejak 11 hari 23 jam 50 menit yang lalu. Tanpa payung, tanpa jas hujan. Tentu saja sekujur tubuhku sudah keriput sekeriputnya keriput dan bau sebaunya bau. Aku cuma bisa menggigil sendirian, terus bertanya-tanya dalam hati di mana kiranya kamu. Duh, memangnya ke mana sih kamu? Aku tak habis pikir. Katanya hanya menelepon keluargamu sebentar. Padahal sudah kubilang nanti saja. Langit sudah sangat gelap waktu itu. Dan aku yakin pasti hujan akan segera turun dengan derasnya. Kamu pasti terjebak di kotak telepon itu, entah sampai kapan. Yang kutahu pasti, sampai saat ini kamu belum juga kembali ke sini. Bahkan tak ada siapapun yang kembali ke sini sejak air mulai menyerbu dari segala arah. Semua orang panik, meski kutahu akulah yang paling panik karena tak tahu kamu di mana.
Oh, sekarang tepat 12 hari sudah. Kota telah menjadi danau. Tapi hujan masih juga turun. Tubuhku sudah tidak kuat lagi. Mungkin sebentar lagi aku mati kedinginan. Di mana kamu?

-berhubung hari ini hujan terus..


About this entry