Seperti Benang Kusut

Ya, itu masalah. Bukan hanya bertumpukan tapi juga saling menjalin ke sana-sini seperti benang kusut. Memang sih, beginilah hidup. Rangkaian masalah dari mulai lahir sampai nanti mati. Bahkan setelah mati pun kita masih dihadapkan dengan surga atau neraka. Tapi kalau nggak ada masalah, mungkin nggak ada yang namanya nikmat. Hambar kan kalau hidup ini lancar-lancar saja. Bisa jadi manusia nggak akan pernah berkembang. Karena sejauh yang saya alami, kebanyakan pembelajaran pada diri saya terjadi karena adanya masalah.

 

Nah yang jadi masalah, masalah kadang datang begitu banyak di satu waktu yang bersamaan (bingung dengan kalimatnya? coba deh dibaca dengan berhenti sebentar di tanda koma :)). Lebih ribet lagi, kadang satu masalah punya keterhubungan dengan satu atau banyak masalah lainnya. Jadi masalah bukan hanya sekadar queue: ditumpuk dijajar, diurut, diselesaikan satu-per-satu dari yang paling ingin/mudah/cepat diselesaikan. Tapi masalah yang saling terhubung ini sudah menjadi graf yang punya begitu banyak busur. Makin banyak busur, makin nggak enak dilihatnya, seperti benang kusut.

 

Bagaimana menyelesaikan masalah seperti ini? Coba analogikan dengan benang kusut. Apa yang anda lakukan untuk mengurai benang kusut? Menurut saya ada tiga cara:

 

Pertama, coba mengurai dari tengah-tengah, dari bagian yang paling kusut, paling mbundel. Ini bisa menyelesaikan dengan cepat, atau malah membuat bundelan baru😀.

 

Yang kedua, cari salah satu ujung benangnya, baru ditelusurin, dilepasin di setiap bundel-bundel yang kusut. Tapi ini perlu kesabaran amat sangat (dan katanya orang sabar disayang Tuhan :D)

 

Mengingat waktu adalah sumber daya yang bagi sebagian orang sangat berharga, tidak dapat diperbarukan, dan tidak dapat diulangi, maka cara yang ketiga adalah yang paling cepat: menggunting B). Tapi menggunting juga berarti merusak benangnya. Makanya perlu dipilih titik pengguntingan yang tepat, agar benang yang putus bisa sesedikit mungkin, serta tidak memutus benang-benang yang dianggap penting.

 

Jadi, cara mana yang sebaiknya dipilih? Semua serba tergantung. Tergantung keadaan yang dihadapi. Lagipula, hidup ini nggak cuma hitam-putih kok. Masih banyak cara lain untuk mengurai benang kusut itu. Misalnya, dengan membuat aplikasi AI penyelesai benang kusut… mungkin bisa jadi TA tuh, hahaha! (stresss TA… -_-‘)


About this entry