Lukisan hujan

Di tengah hujan deras, ia datang dengan sebuah payung yang besar. Dan ia menghampiri dia, menawarkan ruang kosong di sebelahnya. Di bawah payung itu entah kenapa dia merasa dunia menjadi nyaman. Senyaman meringkuk di bawah selimut tatkala cuaca menjadi sedingin waktu itu. Terketuk, lantas dia bertanya-tanya ke dalam hatinya. Mungkin memang hari inilah yang ditunggunya. Setelah sekian lama. Mungkin memang di sinilah tempatnya.

Jauh sebelum kini, ia sudah menyiapkan semuanya. Kendaraan, handuk, secangkir cokelat hangat, bahkan jalan pulang. Sayangnya ia tidak bisa menyiapkan hujan. Makanya ia menunggu, dan berdoa semoga waktu tidak mengikis perasaannya. Kini, di detik ini, ia masih bisa melihat api itu menyala di dirinya. Masih sehangat dulu.

Seorang pelukis jalanan duduk bersila di emperan toko. Di depannya, sepetak kanvas telah basah karena cipratan air hujan. Tapi tangannya tetap bergerak mencoret-coret kanvas. Merekam pemandangan. Tentang dua orang yang berjalan di bawah hujan.


About this entry