Katanya

Saat saya ingin berkata, kata-kata itu hilang entah ke mana. Dan kala muncul mereka begitu banyaknya sehingga kepala saya bagai terdesak oleh kata-kata yang menyesaki otak. Kata-kata yang membludak itu saya alirkan melalui pembuluh darah, menuju ke mata, menuju ke mulut, menuju ke tangan. Lalu pergerakan dimulai. Kata-kata mewujudkan dirinya dengan tatapan, tatapan bahagia, tatapan kesedihan, tatapan berkaca-kaca. Kata-kata bertransformasi menjadi suara, menjadi tulisan. Yang manakah yang lebih kaya kata, tatapan atau di tulisan? Orang bilang mata menjelaskan beribu kata, tapi kata menyempurna hanya melalui tulisan.

Hmm… saya jadi bingung mau berkata apa lagi


About this entry